“Young Ae, apa kau pernah menyerah?? aku… sebetulnya aku sedang bingung memikirkan mau kuliah kemana. Aku ingin menjadi dokter. Tapi aku Cuma mahir di bidang IPS, bukan di IPA“
“kamu punya impian menjadi dokter?“ tanyaku memastikan.
“Ya, karena hyungku meninggal.“
“Jinjja??“ tanyaku memastikan.
“Ya, makanza aku bertekad ingin menyelamatkan orang. Hmm.. tapi nilaiku bagaimana ya…“
”tenang saja. Yesung-ssi pasti bisa jadi dokter yg baik~ Hwaiting!!!“
“Aaaa.. geurayo“ jawabnya bersemangat.
“Nte“ aku mengangguk, kamu 100% bisa jadi sokter. Kamu pasti cocok pakai baju putih! Kkkkkk….“
Yesung mengacak rambutku pelan, “aku merasa… bisa mencurahkan semua beban padamu Young ae-ya. Gomawo, aku pasti akan berusaha! Kau juga harus berusaha dalam mewujudkan impianmu.. Fighting~!!“ ia mengedipkan sebelah matanya padaku, lengkap dgn senyumnan khasnya.. senyum yang bisa membuatku lupa segala-galanya~ hwa.. wajahku sekarang pasti sudah memerah. Aku menjawab dgn terbata-bata, “yeah, Figh.. fighting oppa!“
“eh.. kau memanggilku oppa?“ aku menggeleng dgn cepat.
“hah.. anio anio. Kau pasti salah dengar…“
”kenapa wajamu jadi pucat seperti itu? apa aku berbuat salah padamu? atau mungkin kau sakit Young Ae-ya??”
aku menggeleng pelan ”gwencana Yesung-ssi”
”aku senang kalau memang begitu.. lain kali jangan panggil aku Yeasung lagi.. oppa saja sudah cukup.. aku senang kok kalau kamu memanggilku seperi itu!“
“annyeong~!! Berjuanglah.. hwaiting!!! Kkkkkk..“ dia terkekeh pelan aku hanza menanggapinya dengan sebuah senyuman.. senyum kemenangan. Hhaha.. tentu yesung-ssi!! Eh.. yesung oppa.. Kkkkk.. aku pasti aka berusaha mewujudkan impianku. Impian untuk menjadi yeojamu. Ini berkat Teuki-ssi. Berkat bantuannya ^^ aku juga harus membantunya. Baik aku akan berjuang agar teukie bisa bertemu dgn hyun mi…
¯¯¯
“Seangil Chukkae.. seangil chukkae.. seangil Chukka hamnida hyun mi-ya!!
”ne.. Hhaha.. gomawo!!”
”sepulang sekolah nanti kamu akan kencan dgn pacarmukan?” Tanya hyera seiring dgn anggukan kecil dari hyun mi. aku mengikuti mereka diam-diam dari belakang.
”dia mahasiswa kan? keren dah punya mobil sendiri!! Ingin sekali rasanya punya namja chingu seperti pacarmu hyunmi-ah!!“ apa?? hyun mi sudah punya pacar?
“Nah. Aku sudah siap tempur Young-teuk. Hyunmi jalannya cepat jadi jangan sampai kehilangan jejak.” Teukie-ssi benar-benar bersemangat. Sampai pake ikat kepala segalah. Dia pasti belum tahu kalau Hyunmi sudah punya pacar…
“ah.. Hyunmi sudah pergi! Ayo young-teuk, ikuti dia!“ ia menarik tanganku sigap.
“changkkaman teukie-ssi!!! Ada film zg ingin ku tonton hari ini.“ Kataku berusaha mencegah agar ia tdk melihat saat hyunmi bersama namja chingunya. Tapi ia tetap saja menggebu-gebu dan menarik tanganku..
“kajja Young-teuk.“
“wah lihat teukie-ssi.. ada UFO“ lanjutku terus mencoba mengalihkan pandanganya. Tapi terlambat.. dia sudah melihatnya..
“dia punya pacar. Aku tdk tahu..“ suasana seketika hening, tapi tak lama ia kembali ceria menzisipkan seulas senzum di ujung bibirnya. Meski kelihatanya sedikit di paksakan. Teukie memang hebat.. selalu menaggapi sesuatu dgn penuh senyuman.
“wajar dong! *ring ding dong ring ding dong.. dong dong dong yadong #plak *dia kan cantik.. mustahil kalau tidak ada yg menyukainya” aku hanya mengangguk padanya.
“teukie-ssi pulang zuk!” bujukku tak ingin melihatnya bersedih kalau terus-terus melihat pemandangan ini.. melihat orng yang sangat di cintainya bersama orang lain.
“shiro.. aku belum mau pulang“
Hyunmi: gomawo. Hari ini sangaaaaat menyenangkan.
Sungmin: cheonma.. ini.. untukmu!! *meberikan buket mawar merah pada hyunmi*
Hyunmi: wah neomu yeppo. Jeongmal gomawoyo sungmin oppa. Aku sangat senang.
Sungmin: kamu bilang paling suka bunga ini kan. Makanza ku beri
Hyunmi: ne.. aku paling suka bunga ini
Mendengar hzunmi berbicara itu aku benar-benar tdk bisa membendung air mataku lagi. Sseskali aku melirik ke arah teuki-ssi. Aku sangat sedih melihat teukie-ssi. Sebuah ide terlintas tiba-tiba din pikiranku..
“young-teuk! Neo eodiya?” teriak teukie-ssi. Aku tak menghiraukanya dan berlalu menuju took bunga di sekitar sini..
“sillyehamnnida. Aku mau beli buket mawar” ujarku pada pemilik took.
Ia memberikanku sebuah mawar merah segar, “gomawo” dgn tergesa-gesa aku kembali lagi nke teukie-ssi.
“eh, young-teuk buket itu untuk apa?”
“buket ini mau ku berikan pada hyunmi. Akan ku bilang dari teukie-ssi. Aku akan bilang kalau teukie ada di sini“ jawabku mendekat ke arah hyunmi ketika sungmin, namja chingu.a sudah pergi.
“HENTIKAN!! Desaknya, “sudahlah urungkan saja niatmu.“
“Teukie-ssi…“ jawabku datar.
“Young Ae!!“ seru Hzunmi sambil melambaikan tangannza ke arahku.
“kebetulan sekali. Baru mau pulang? Ae lagi ngapain”
“a.. ini aku suka sekali bunga mawar, jadi ku beli untuk diri sendiri.. Hhaha.. meskipun harganya mahal“ belasku menyangkal. Hyunmi tiba-tiba saja menagis.. membuatku benar benar seperti melakukan kesalahan, “eotteon? kenapa menagis hyunmi-ya?
“gwencana isseumnida.. A mianhaezo aku hanza.. aku juga suka sekaöi bunga mawar. Ada seseorang yang sangat kusaxang. Dia meninggalm3 tahun yang lalu. Di hari ulang tahunku. Ai berjanji akan datang. Sepertinya ia ingin memberiku buket bunga seperti itu. Tapi ku tunggu tak datang juga. Itu sebabnya aku kaget melihatmu membawa buket mawar di hari ulang tahunku. Kebetulan sekali…“ jawabnza mengusap titik air mata yang masih tersisa di wajahnya. Mungkin orang itulah yang membuat kebetulan ini hyunmi. Teukie pasti senang mengetahui kalau hyunmi merindukanya.
¯¯¯
“young-teuk gomawo untuk bantuanmu. Saranghaeyo..” bisiknya, “tapi setelah Hyunmi tentunya.. kkkkkkkk. Selamat berjuang meraih cinta yesung!!!“
“ne.. mullon ijzo!! Aku akan baik-baik saja karena sudah menerima keberanian darimu taeukie-ssi“
“dia pasti suka gadis seperti young-teuk“
“jinnjja? Hahaha…”
“annyeong young-teuk!!”
“gomaow teukie-ssi. Annyeong” teriakku padamya untuk terakhir kalinya. Benarßbenar bahagia melihatnya bisa kembali tenang.
“young Ae“
“yesung-ssi. Eh maksudku yesung oppa..“
“mwohae?”
“eng.. g ada apa-apa kok. Kamu sendiri?? aku mau belajar di perpustakaan.”
“buket bvunga apa itu? aku jadi ingat mendiang hzungku. Dia ribut sekali sebelum kecelakaan itu. Dia builang ingin memberikan buket mawar pada gadis yang di sukainya“ lanjut zesung-ssi. Aku jadi teringat kata-kata teukie-ssi. Dia bilang yesung pasti suka dgn gadis seperti ku. Jangan-jangan teukie itu hyungnya yesung…
“kamu dapat bunga itu dari seseorang? atau mngkin kamu yg ingin memberikanya pada seseorang??”
“eh.. ti.. tidak kok..“
Azo berjuang zoung-teuk, kata-kata teukie berdengung kembali di telingaku. Baiklah aku harus berjuang…
“hyungku sering hbilang kalau perasaan harus di sampaikan pada orang yang kamu sukai“
“oppa…“ aku diam sejenak, „kau lah yang kusukai.. sarnaghaeyo!!“
_A GIFT FOR YOU END_

0 comments:
Posting Komentar